Korban Meninggal Ledakan Maha Dahsyat di Beirut Kini 154 Orang

Home / Berita / Korban Meninggal Ledakan Maha Dahsyat di Beirut Kini 154 Orang
Korban Meninggal Ledakan Maha Dahsyat di Beirut Kini 154 Orang Tentara juga terlibat dalam upaya pencarian korban ledakan amonium nitrat di Beirut, Lebanon. (Foto: AP)

TIMESMAGETAN, JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat ledakan maha dahsyat di kota Beirut, Lebanon terus bertambah dan sampai kini menjadi 154 orang, puluhan lainnya masih hilang.

Sementara itu Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan penyelidikan atas ledakan Beirut sedang dijajaki kemungkinan disebabkan oleh "roket atau bom".

"Penyebabnya belum ditentukan. Ada kemungkinan gangguan eksternal melalui roket atau bom atau tindakan lain," ujar Aoun kepada media lokal.

Dikutip dari Al Jazeera, Michel Aoun menyebutkan penyelidikan ledakan di Beirut ini akan dilakukan sampai tiga tingkat, termasuk opsi campur tangan asing.

Presiden Lebanon mengatakan penyelidikan ledakan mencari campur tangan eksternal di antara kemungkinan penyebab.

Pihak berwenang Lebanon sampai kini telah menahan 16 orang sebagai bagian dari penyelidikan ledakan gudang pelabuhan Beirut.

Bahkan Menteri Luar Negeri, Charbel Wehbe mengatakan kepada radio Prancis, pemerintah Lebanon memberi waktu 4 hari pada komite investigasi untuk menentukan siapa yang  bertanggung jawab atas ledakan itu.

Tim penyelamat Internasional juga  masih terus mencari dibalik puing-puing pelabuhan Beirut.

Sky News melansir, sedikitnya tiga mayat lagi ditemukan dalam 24 jam menjelang Jumat pagi, sehingga total menjadi 149.

Menteri Kesehatan Lebanon kemudian mengatakan setidaknya 154 orang meninggal dalam ledakan pada hari Selasa itu.

Tim penyelamat Prancis dan Rusia dengan anjing pelacaknya terlihat menelusuri area pelabuhan pada hari Jumat.

Di antara mereka yang berada di reruntuhan adalah Joe Akiki, seorang pekerja pelabuhan berusia 23 tahun yang hilang sejak ledakan.

Jumlah korban meninggal akibat ledakan maha dahsyat di kota Beirut, Lebanon terus bertambah dan sampai kini menjadi 154 orang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com