Antisipasi Konflik Sosial di Kota Madiun, Wali Kota Madiun: Tak Usah Percaya Hoaks

Home / Berita / Antisipasi Konflik Sosial di Kota Madiun, Wali Kota Madiun: Tak Usah Percaya Hoaks
Antisipasi Konflik Sosial di Kota Madiun, Wali Kota Madiun: Tak Usah Percaya Hoaks Pelaksanaan rakor penanganan konflik sosial di Gedung Diklat Kota Madiun. (Foto: Ito Wahyu U /TIMES Indonesia)

TIMESMAGETAN, MADIUNWali Kota Madiun H. Maidi mengakui potensi konflik sosial di Kota Madiun masih ada. Ada tiga hal yang bisa menjadi pemicu konflik. Yakni,  penyebaran berita tidak benar (hoaks), radikalisme dan narkoba.

“Saya tekankan kepada seluruh masyarakat tidak usah percaya pada hoaks atau berita bohong yang sifatnya tidak jelas. Mari semua menjaga lingkungannya masing-masing. Kalau ada berita yang kurang baik, sampaikan kepada kami,” kata wali kota saat membuka rakor penanganan konflik sosial di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (4/12/2019).

rakor-2.jpg

Maidi berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut berperan aktif menjaga situasi kondusif. Penanganan masalah konflik sosial juga tidak bergantung pemerintah maupun TNI/Polri.

"Menjaga situais kondusif adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Maidi.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa Poltik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kota Madiun, Darmawan menjelaskan, kegiatan rakor sebagai upaya antisipasi timbulnya ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kota Madiun.

"Rakor ini diselenggarakan untuk menanggulangi dan meminimalisir terjadinya konflik sosial di masyarakat. Termasuk upaya penangan jika terjadi konflik serta langkah yang akan diambil," jelasnya.

Rakor diikuti seluruh jajaran Forkopimda Kota Madiun serta perwakilan tokoh agama dan masyarakat. Peserta rakor sebanyak 150 orang termasuk anggota penanganan konflik sosial di masing-masing wilayah kecamatan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com