Bisnis Properti di Solo Masih Terkendala Perizinan dan Daya Beli

Home / Ekonomi / Bisnis Properti di Solo Masih Terkendala Perizinan dan Daya Beli
Bisnis Properti di Solo Masih Terkendala Perizinan dan Daya Beli Joko Santoso. (FOTO: Muhamad Shidiq/TIMES Indonesia)

TIMESMAGETAN, SOLO – Bisnis properti di Solo Raya pada tahun 2020 masih akan menghadapi masalah yang sama dengan tahun sebelumnya. Yaitu perizinan dan daya beli.

Pengusaha properti Soloraya, Joko Santoso berpendapat, kebutuhan perumahan di Solo raya cukup besar. Wonogiri misalnya dan tidak menutup kemungkinan di kota-kota lain.

‘’Tapi hal itu susah dipenuhi karena pasangan muda hidup di luar kota, di Jakarta,’’ ujar Joko Santoso saat ditemui belum lama ini.

Terkait target REI Soloraya yang ingin membangun 6.000 rumah, baik dengan skema subsidi maupun nonsubsidi, Joko Santoso menyatakan, sebenarnya properti yang bisa laku keras itu Kredit Pemilikan Rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Namun begitu, fasilitas tersebut tidak terjangkau oleh mereka yang punya gaji UMR, Rp 1,7 juta atau Rp 1,9 juta. Kalau masih belum punya pasangan mungkin saja bisa dijangkau. Namun bagi pasangan muda yang sudah memiliki anak, cukup sulit untuk mengakses fasilitas tersebut. Solusi harus ada terobosan pemerintah.

Joko Santoso berpandangan, developer bisa mengerjakan target membangun 6.000 rumah tersebut. Tapi persoalannya, ada pada perizinan serta pencarian lahannya.

‘’Izin tidak secepat itu. Mencari lahan tidak segampang yang diharapkan. Mengerjakan 6.000 unit bisa tapi merealisasikannya sulit. Bagaimana dengan konsumennya, perizinan, pembebasan lahan,’’ ujar Joko.

Joko Santoso menambahkan, dari sisi bisnis, saat ini, bisnis properti sedang lesu secara nasional. Dan hal itu memberi dampak berantai yang signifikan bagi perkembangan ekonomi.

‘’Tapi kalau saat ini, 80 persen -20 persen bisa terjual. 80 persen untuk rumah subsidi dan 20 persen untuk rumah non subsidi,’’ ujar pengusaha properti dari Sukoharjo tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com