9 Hektar Tanaman Padi di Magetan yang Puso, Tidak Diasuransikan

Home / Ekonomi / 9 Hektar Tanaman Padi di Magetan yang Puso, Tidak Diasuransikan
9 Hektar Tanaman Padi di Magetan yang Puso, Tidak Diasuransikan Kepala DTPHPKP Kabupaten Magetan, Edy Suseno, saat memberikan keterangan. (FOTO: M Kilat Adinugroho/TIMES Indonesia)

TIMESMAGETAN, MAGETAN – Pemkab Magetan hingga kini belum dapat berbuat banyak soal tanaman padi seluas 9 hektar yang terancam gagal panen atau puso karena kekeringan yang melanda Desa Baron, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Ini karena para petani di wilayah tersebut tidak mengikuti program klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dicanangkan pemerintah.

"Ada 2 yang tidak mau masuk asuransi yaitu Purwosari dan Baron. Kami mohon maaf tidak bisa berbuat banyak," tutur Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan, Edy Suseno kepada TIMES Indonesia, Selasa (12/6/2019).

Edy mengaku, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait AUTP kepada seluruh kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Magetan. Agar, para petani dapat mengetahui keuntungan mengikuti program yang dicanangkan pemerintah tersebut.

"Kami sudah menyampaikan melalui kelompok petani untuk mengimbau agar masuk asuransi padi, tapi banyak petani yang tidak mau masuk," jelasnya.

Edy menambahkan, keuntungan mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yaitu petani dapat mengajukan klaim jika terjadi gagal panen. Apalagi pemerintah menanggung 80 persen dari iuran tersebut. "Jadi petani di Magetan hanya cukup membayar 20 persen dan selebihnya ditanggung pemerintah. Nantinya, klaim yang akan didapat petani jika gagal panen per hektarnya Rp 6 juta," imbuh Edy Suseno, Kepala DTPHPKP Kabupaten Magetan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com