Kata Milenial Soal Pertanyaan Basa-Basi Ketika Silaturahmi di Hari Lebaran

Home / Gaya Hidup / Kata Milenial Soal Pertanyaan Basa-Basi Ketika Silaturahmi di Hari Lebaran
Kata Milenial Soal Pertanyaan Basa-Basi Ketika Silaturahmi di Hari Lebaran Ilustrasi gambar generasi Milenial (Foto : Freepik)

TIMESMAGETAN, SURABAYA – Kaum milenial pasti sudah tak asing lagi dengan pertanyaan basa-basi yang sudah khas dan melekat dengan perayaan Idul Fitri. Sayangnya di tengah situasi Covid-19, tahun ini mereka tak akan lagi sering mendapatkan pertanyaan basa-basi tersebut.

Lalu untuk mereka yang sering ditanyai pertanyaan basa-basi (kapan menikah, sudah lulus, kerja dimana, dan sebagainya). Gimana sih perasaan mereka sebenarnya?

Diantaranya, TIMES Indonesia telah memilih empat anak milenial yang seringkali mendapatkan pertanyaan basa-basi di hari Raya Idul Fitri. Inilah jawaban mereka :

Hifni Azizatur Rofiqiya (23) perempuan asal Banyuwangi yang kini sedang merintis bisnis fashion ini mengatakan sangat tertarik untuk menanggapi pertanyaan basa-basi yang dilontarkan saudaranya ketika sedang bersilaturahmi.

“Jika belum aku lebih memilih untuk menjawab "doain aja hehe". Tapi ketika aku udah berhasil kerja, masuk Universitas terkemuka,  aku sangat bangga menjawab pertanyaan tersebut. Terlebih di depan keluarga besar dan orgtuaku,  karena apa?  Karena aku bisa merasakan ada rasa bangga dari orang tuaku, mereka berhasil mendidik anaknya,” ujar Hifni.

Menurut Hifni, untuk pertanyaan basa-basi ketika pertanyaan tersebut tidak bisa dia jawab maka sebisa mungkin dia akan menghindari. Karena hal tersebut akan membuat mood swing atau mood down.

Di tengah kondisi pandemi kali ini, ia justru bersyukur tidak perlu menjawab pertanyaan basa-basi khususnya soal pekerjaan. “Seneng sih karena posisiku sekarang pengangguran. Sekarang situasi serba sulit karena pandemi ini. Setidaknya gak ada pertanyaan kerja dimana atau mau jadi apa dari keluarga,”.

Ayu Fuaiza Ramanda (22) asal Tuban dan mahasiswi asal Universitas Negeri Surabaya yang kini tengah fokus menyelesaikan skripsinya, dia mengatakan bahwa dia enggan dengan pertanyaan basa-basi yang menyangkut masalah privasi.

“Kalau misal pertanyaannya mengarah pada sesuatu yg terlalu privat seperti kapan nikah gitu agak kurang nyaman. Jadi kalau basa basinya gitu biasanya aku jawab sambil senyum aja,” ujar Ayu.

Dia mengatakan kurang suka terhadap pertanyaan basa basi. Dia menyebut bahwa orang terlalu kepo dan menurutnya yang berhak tahu urusannya adalah orang-orang terdekatnya saja.

Menyoal tak ada silaturahmi di tengah pandemi ini, Ayu senang dia merasa lebih nyaman menjalani kehidupan tanpa dikepoin oleh orang lain.

Yuda Tama Rizaldi (23) laki-laki asal Blitar yang kini bekerja di sebuah pelabuhan di Surabaya. Menyoal pertanyaan basa-basi dia selalu menanggapi dengan kalimat “Mohon doanya saja semoga dapat yang terbaik”.

Menurut Yuda, pertanyaan basa-basi adalah niat baik dari orang yang bertanya. Melalui pertanyaan tersebut justru dia berpikir positif “ Biasa aja sih, kita menghargai beliau juga gak ada yang salah. Toh niat mereka baik, siapa tau ada hal yang baik. Misal di jodohin atau di carikan kerjaan, semuanya bisa terjadi,”.

Untuk tahun ini menjalani Idul Fitri tanpa silaturahmi dan pertanyaan basa-basi, dia justru merasa kecewa. Namun dia berusaha berpikir dewasa, walaupun jelas dia tidak senang karena tidak bisa merasakan sungkem dan kumpul bersama keluarga.

Dimas Seto Wijaya (22) laki-laki asal Blitar dan mahasiswa asal Universitas Brawijaya yang tengah fokus menyelesaikan skripsinya. Dia mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan pertanyaan basa-basi (kapan nikah, kapan lulus, dsb).

Dimas menyarankan untuk menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan kondisi yang terjadi, menurutnya pertanyaan tersebut justru bisa menjadi awal pembuka obrolan lain.

“Soalnya kalau misal udah lama enggak ketemu mau membuka obrolan juga bingung,” ujar Dimas.

Menyoal pertanyaan basa-basi, dia mengatakan suka karena bisa membuka obrolan lainnya.

“Menurutku enggak semua orang lihai untuk memulai obrolan, jadi pertanyaan basa basi bisa jadi alternatif. Tersinggung atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapi,” (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com